PERBANKAN INDONESIA DAN E-BANKING
Salah satu sektor yang paling dramatis terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi adalah perbankan. Sebelumnya mari kita lihat kilas balik dan perkembangan terkini mengenai perbankan Indonesia. Setelah lebih dari seperempat abad terhitung dari deregulasi pada tahun 1983, perbankan Indonesia telah mengalami berbagai gonjang-ganjing yang sangat mempengaruhi perekonomian Indonesia. Titik nadir perbankan sendiri terjadi menjelang krisis multidimensi yang terjadi pada tahun 1997 yang dikenal sebagai krisis moneter.
Kilas balik yang penuh gejolak tersebut tidak menghalangi peranan perbankan sebagai sub sektor ekonomi yang paling sentral peranannya dalam memobilisasi dana masyarakat. Pertama, masyarakat Indonesia masih menaruh kepercayaan terhadap perbankan sebagai alternatif investasi dan sebagai institusi penyimpanan dana. Fungsi agent of trust ini tentunya membawa konsekuensi terhadap pentingnya masalah intergritas institusi dan individu di bidang perbankan.
Kedua, angka tersebut menunjukkan dominasi atau ketergantungan terhadap bank sebagai lembaga penyimpan sekaligus lembaga pembiayaan dalam perekekonomian Indonesia. Ketiga, jumlah aset dan dana masyarakat yang luar biasa tersebut tentunya memerlukan kapasitas atau produktifitas yang tinggi, baik secara institusi maupun Sumber Daya Manusia di bidang perbankan. Kapasitas intitusi dan individu yang bergerak di industri perbankan tersebut tentunya memerlukan fasilitas atau alat bantu dalam pengolahaan dana dan berbagai layanan jasa keuangan terkait lainnya. Disinilah fungsi dari teknologi informasi dan komunikasi di industri perbankan.
Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di perbankan nasional relatif lebih maju dibandingkan sektor lainnya. Berbagai jenis teknologinya diantaranya meliputi Automated Teller Machine, Banking Application System, Real Time Gross Settlement System, Sistem Kliring Elektronik, dan internet banking. Bank Indonesia sendiri lebih sering menggunakan istilah Teknologi Sistem Informasi (TSI) Perbankan untuk semua terapan teknologi informasi dan komunikasi dalam layanan perbankan. Istilah lain yang lebih populer adalah Electronic Banking. Electronic banking mencakup wilayah yang luas dari teknologi yang berkembang pesat akhir-akhir ini. Beberapa diantaranya terkait dengan layanan perbankan di “garis depan” atau front end, seperti ATM dan komputerisiasi (sistem) perbankan, dan beberapa kelompok lainnya bersifat back end, yaitu teknologi-teknologi yang digunakan oleh lembaga keuangan, merchant, atau penyedia jasa transaksi, misalnya electronic check conversion.
Saat ini sebagian besar layanan E-banking terkait langsung dengan rekening bank. Jenis E-Banking yang tidak terkait rekening biasanya berbentuk nilai moneter yang tersimpan dalam basis data atau dalam sebuah kartu (chip dalam smartcard). Dengan semakin berkembangnya teknologi dan kompleksitas transaksi, berbagai jenis E-banking semakin sulit dibedakan karena fungsi dan fiturnya cenderung terintegrasi atau mengalami konvergensi. Sebagai contoh, sebuah kartu plastik mungkin memiliki “magnetic strip”- yang memungkinkan transaksi terkait dengan rekening bank, dan juga memiliki nilai moneter yang tersimpan dalam sebuah chip. Kadang kedua jenis kartu tersebut disebut “debit card” oleh merchant atau vendor. Beberapa gambaran umum mengenai jenis-jenis teknologi E-Banking dapat dilihat di bawah ini.
Jenis-Jenis Teknologi E-Banking

Automated Teller Machine (ATM). Terminal elektronik yang disediakan lembaga keuangan atau perusahaan lainnya yang membolehkan nasabah untuk melakukan penarikan tunai dari rekening simpanannya di bank, melakukan setoran, cek saldo, atau pemindahan dana.
Computer Banking. Layanan bank yang bisa diakses oleh nasabah melalui koneksi internet ke pusat data bank, untuk melakukan beberapa layanan perbankan, menerima dan membayar tagihan, dan lain-lain.
Debit (or check) Card. Kartu yang digunakan pada ATM atau terminal point-of-sale (POS) yang memungkinkan pelanggan memperoleh dana yang langsung didebet (diambil) dari rekening banknya.
Direct Deposit. Salah satu bentuk pembayaran yang dilakukan oleh organisasi (misalnya pemberi kerja atau instansi pemerintah) yang membayar sejumlah dana (misalnya gaji atau pensiun) melalui transfer elektronik. Dana ditransfer langsung ke setiap rekening nasabah.
Direct Payment (also electronic bill payment). Salah satu bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk membayar tagihan melalui transfer dana elektronik. Dana tersebut secara elektronik ditransfer dari rekening nasabah ke rekening kreditor. Direct payment berbeda dari preauthorized debit dalam hal ini, nasabah harus menginisiasi setiap transaksi direct payment.
Electronic Bill Presentment and Payment (EBPP). Bentuk pembayaran tagihan yang disampaikan atau diinformasikan ke nasabah atau pelanggan secara online, misalnya melalui email atau catatan dalam rekening bank. Setelah penyampaian tagihan tersebut, pelanggan boleh membayar tagihan tersebut secara online juga. Pembayaran tersebut secara elektronik akan mengurangi saldo simpanan pelanggan tersebut.
Electronic Check Conversion. Proses konversi informasi yang tertuang dalam cek (nomor rekening, jumlah transaksi, dll) ke dalam format elektronik agar bisa dilakukan pemindahan dana elektronik atau proses lebih lanjut.
Electronic Fund Transfer (EFT). Perpindahan “uang” atau “pinjaman” dari satu rekening ke rekening lainnya melalui media elektronik.
Payroll Card. Salah satu tipe “stored-value card” yang diterbitkan oelh pemberi kerja sebagai pengganti cek yang memungkinkan pegawainya mengakses pembayaraannya pada terminal ATM atau Point of Sales. Pemberi kerja menambahkan nilai pembayaran pegawai ke kartu tersebut secara elektronik.
Preauthorized Debit (or automatic bill payment). Bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk mengotorisasi pembayaran rutin otomatis yang diambil dari rekening banknya pada tanggal-tangal tertentu dan biasanya dengan jumlah pembayaran tertentu (misalnya pembayaran listrik, tagihan telpon, dll). Dana secara elektronik ditransfer dari rekening pelanggan ke rekening kreditor (misalnya PLN atau PT Telkom).
Prepaid Card. Salah satu tipe Stored-Value Card yang menyimpan nilai moneter di dalamnya dan sebelumnya pelanggan sudah membayar nilai tersebut ke penerbit kartu.
Smart Card. Salah satu tipe stored-value card yang di dalamnya tertanam satu atau lebih chips atau microprocessors sehingga bisa menyimpan data, melakukan perhitungan, atau melakukan proses untuk tujuan khusus (misalnya validasi PIN, otorisasi pembelian, verifikasi saldo rekening, dan menyimpan data pribadi). Kartu ini bisa digunakan pada sistem terbuka (misalnya untuk pembayaran transportasi publik) atau sistem tertutup (misalnya MasterCard atau Visa networks).
Stored-Value Card. Kartu yang di dalamnya tersimpan sejumlah nilai moneter, yang diisi melalui pembayaran sebelumnya oleh pelanggan atau melalui simpanan yang diberikan oleh pemberi kerja atau perusahaan lain. Untuk single-purpose stored value card, penerbit (issuer) dan penerima (acceptor) kartu adalah perusahaan yang sama dan dana pada kartu tersebut menunjukkan pembayaran di muka untuk penggunaan barang dan jasa tertentu (misalnya kartu telpon). Limited-purpose card secara umum digunakan secara terbatas pada terminal POS yang teridentifikasi sebelumnya di lokasi-lokasi tertentu (misalnya vending machines di sekolah-sekolah). Sedangkan multi-purpose card dapat digunakan pada beberapa penyedia jasa dengan kisaran yang lebih luas, misalnya kartu dengan logo MasterCard, Visa, atau logo lainnya dalam jaringan antar bank.

MENGENAL ELECTRONIC BANKING

Bank menyediakan layanan Electronic Banking atau E-Banking untuk memenuhi kebutuhan Anda akan alternative media untuk melakukan transaksi perbankan, selain yang tersedia di kantor cabang dan ATM.
Dengan Electronic Banking, Anda tidak perlu lagi membuang waktu untuk antri di kantor-kantor bank atau ATM, karena saat ini banyak transaksi pebankan dapat dilakukan dimanapun, dan kapanpun dengan midah dan praktis melalui jaringan elektronik, seperti internet, handphone, dan telepon. Contohnya adalah transfer dana antar rekening
maupun antar bank, pembayaran tagigan, pembelian pulsa isi ulang, ataupun pengecekan mutasi dan saldo rekening.

Cara Mendapatkan E-Banking

Anda yang telag memiliki rekening Tabungan atau Giro dapat mengajukan layanan E-Banking, yang meliputi internet banking, mobile banking, phone banking dan sms banking.

I. INTERNET BANKING
Anda dapat melakukan transaksi perbankan (finansial dan non-finansial) melalui komputer yang terhubung dengan jaringan internet bank.

Jenis Transaksi :

• Transfer dana
• Informasi saldo, mutasi rekening, informasi nilai tukar
• Pembayaran tagihan (misal: kartu kredit, telepon, handphone, listrik)
• Pembelian (misal: pulsa isi ulang, tiket pesawat, saham)

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keamanan transaksi Internet Banking

• Jangan pernah memberitahukan User ID dan PIN (Personal Identification Number) Anda kepada orang lain, termasuk kepada petugas dan karyawan Bank
• Jangan meminjamkan KeyToken pengaman transaksi Anda kepada orang lain
• Jangan mencatat User ID Anda di tempat yang mudah diketahui orang lain
• Gunakan User ID dan PIN Anda secara hati-hati agar tidak terlihat dan diketahui oleh orang lain
• Pastikan Anda mengakses alamat situs bank dengan benar. Pahami dengan baik situs bank Anda

II. MOBILE BANKING
Adalah layanan perbankan yang dapat diakses langsung melalui telepon selular/handphone GSM (Global for Mobile Communication) dengan menggunakan SMS (Short Message Service).

Jenis Transaksi :

• Transfer dana
• Informasi saldo, mutasi rekening, Informasi nilai tukar
• Pembayaran (kartu kredit, PLN, telepon, handphone, listrik, asuransi)
• Pembelian (pulsa isi ulang, saham)

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keamanan transaksi Mobile Banking
• Anda wajib mengamankan PIN Mobile Banking
• Anda bebas membuat PIN sendiri. Jika merasa diketahui oleh orang lain, segera melakukan penggantian PIN.
• Bilamana SIM Card GSM Anda hilang/dicuri/dipindahtangankan kepada pihak lain, segera beritahukan bank Anda terdekat atau segera telepon ke Call Center bank tersebut.

III. PHONE BANKING
Adalah layanan yang diberikan untuk kemudahan dalam mendapatkan informasi perbankan dan untuk melakukan transaksi finansial non-cash melalui telepon.

Jenis Transaksi :
• Transfer dana
• Informasi saldo, mutasi rekening
• Pembayaran (kartu kredit, PLN, telepon, handphone, listrik, asuransi)
• Pembelian (pulsa isi ulang)

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keamanan transaksi Phone Banking
• Anda wajib mengamankan PIN Phone Banking
• Anda bebas untuk membuat PIN sendiri. Jika merasa diketahui oleh orang lain, segera lakukan penggantian PIN.
IV. SMS BANKING
Adalah layanan informasi perbankan yang dapat diakses langsung melalui telepon selular/handphone dengan menggunakan media SMS (short message service)

Jenis Transaksi :
• Transfer dana
• Informasi saldo, mutasi rekening
• Pembayaran (kartu kredit)
• Pembelian (pulsa isi ulang)

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keamanan transaksi SMS Banking
• Jangan memberitahukan kode akses/nomor pribadi SMS Banking Anda kepada orang lain
• Jangan mencatat dan menyimpan kode akses/nomor pribadi SMS Banking Anda di tempat yang mudah diketahui oleh orang lain.
• Setiap kali melakukan transaksi melalui SMS Banking, tunggulah beberapa saat hingga Anda menerima response balik atas transaksi tersebut.
• Untuk setiap transaksi, Anda akan menerima pesan notifikasi atas transaksi berupa SMS yang akan tersimpan di dalam inbox.

Keuntungan Electronic Banking

• M u d a h
1. Dapat digunakan kapan saja dan di mana saja.
2. Hanya dengan menggunakan perintah melalui komputer dan/atau alat komunikasi yang Anda gunakan, dapat langsung melakukan transaksi perbankan tanpa harus datang ke kantor bank atau ke ATM (kecuali untuk ambil uang tunai).

• A m a n
1. Electronic Baning dilengkapi dengan security user ID dan PIN untuk menjamin keamanan atas transaksi yang Anda lakukan.
2. Beberapa bank juga menggunakan KeyToken alat tambahan untuk mengamankan transaksi finansial, seperti Internet Banking. Dengan demikian, transaksi Anda semakin aman.
3. SMS Banking dilengkapi dengan sistem proteksi dengan menggunakan kode akses/nomor pribadi yang Anda pilih sendiri dan nomor ponsel yang Anda daftarkan.
PERBANKAN INDONESIA DAN E-BANKING
Salah satu sektor yang paling dramatis terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi adalah perbankan. Sebelumnya mari kita lihat kilas balik dan perkembangan terkini mengenai perbankan Indonesia. Setelah lebih dari seperempat abad terhitung dari deregulasi pada tahun 1983, perbankan Indonesia telah mengalami berbagai gonjang-ganjing yang sangat mempengaruhi perekonomian Indonesia. Titik nadir perbankan sendiri terjadi menjelang krisis multidimensi yang terjadi pada tahun 1997 yang dikenal sebagai krisis moneter.
Kilas balik yang penuh gejolak tersebut tidak menghalangi peranan perbankan sebagai sub sektor ekonomi yang paling sentral peranannya dalam memobilisasi dana masyarakat. Pertama, masyarakat Indonesia masih menaruh kepercayaan terhadap perbankan sebagai alternatif investasi dan sebagai institusi penyimpanan dana. Fungsi agent of trust ini tentunya membawa konsekuensi terhadap pentingnya masalah intergritas institusi dan individu di bidang perbankan.
Kedua, angka tersebut menunjukkan dominasi atau ketergantungan terhadap bank sebagai lembaga penyimpan sekaligus lembaga pembiayaan dalam perekekonomian Indonesia. Ketiga, jumlah aset dan dana masyarakat yang luar biasa tersebut tentunya memerlukan kapasitas atau produktifitas yang tinggi, baik secara institusi maupun Sumber Daya Manusia di bidang perbankan. Kapasitas intitusi dan individu yang bergerak di industri perbankan tersebut tentunya memerlukan fasilitas atau alat bantu dalam pengolahaan dana dan berbagai layanan jasa keuangan terkait lainnya. Disinilah fungsi dari teknologi informasi dan komunikasi di industri perbankan.
Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di perbankan nasional relatif lebih maju dibandingkan sektor lainnya. Berbagai jenis teknologinya diantaranya meliputi Automated Teller Machine, Banking Application System, Real Time Gross Settlement System, Sistem Kliring Elektronik, dan internet banking. Bank Indonesia sendiri lebih sering menggunakan istilah Teknologi Sistem Informasi (TSI) Perbankan untuk semua terapan teknologi informasi dan komunikasi dalam layanan perbankan. Istilah lain yang lebih populer adalah Electronic Banking. Electronic banking mencakup wilayah yang luas dari teknologi yang berkembang pesat akhir-akhir ini. Beberapa diantaranya terkait dengan layanan perbankan di “garis depan” atau front end, seperti ATM dan komputerisiasi (sistem) perbankan, dan beberapa kelompok lainnya bersifat back end, yaitu teknologi-teknologi yang digunakan oleh lembaga keuangan, merchant, atau penyedia jasa transaksi, misalnya electronic check conversion.
Saat ini sebagian besar layanan E-banking terkait langsung dengan rekening bank. Jenis E-Banking yang tidak terkait rekening biasanya berbentuk nilai moneter yang tersimpan dalam basis data atau dalam sebuah kartu (chip dalam smartcard). Dengan semakin berkembangnya teknologi dan kompleksitas transaksi, berbagai jenis E-banking semakin sulit dibedakan karena fungsi dan fiturnya cenderung terintegrasi atau mengalami konvergensi. Sebagai contoh, sebuah kartu plastik mungkin memiliki “magnetic strip”- yang memungkinkan transaksi terkait dengan rekening bank, dan juga memiliki nilai moneter yang tersimpan dalam sebuah chip. Kadang kedua jenis kartu tersebut disebut “debit card” oleh merchant atau vendor. Beberapa gambaran umum mengenai jenis-jenis teknologi E-Banking dapat dilihat di bawah ini.
Jenis-Jenis Teknologi E-Banking

Automated Teller Machine (ATM). Terminal elektronik yang disediakan lembaga keuangan atau perusahaan lainnya yang membolehkan nasabah untuk melakukan penarikan tunai dari rekening simpanannya di bank, melakukan setoran, cek saldo, atau pemindahan dana.
Computer Banking. Layanan bank yang bisa diakses oleh nasabah melalui koneksi internet ke pusat data bank, untuk melakukan beberapa layanan perbankan, menerima dan membayar tagihan, dan lain-lain.
Debit (or check) Card. Kartu yang digunakan pada ATM atau terminal point-of-sale (POS) yang memungkinkan pelanggan memperoleh dana yang langsung didebet (diambil) dari rekening banknya.
Direct Deposit. Salah satu bentuk pembayaran yang dilakukan oleh organisasi (misalnya pemberi kerja atau instansi pemerintah) yang membayar sejumlah dana (misalnya gaji atau pensiun) melalui transfer elektronik. Dana ditransfer langsung ke setiap rekening nasabah.
Direct Payment (also electronic bill payment). Salah satu bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk membayar tagihan melalui transfer dana elektronik. Dana tersebut secara elektronik ditransfer dari rekening nasabah ke rekening kreditor. Direct payment berbeda dari preauthorized debit dalam hal ini, nasabah harus menginisiasi setiap transaksi direct payment.
Electronic Bill Presentment and Payment (EBPP). Bentuk pembayaran tagihan yang disampaikan atau diinformasikan ke nasabah atau pelanggan secara online, misalnya melalui email atau catatan dalam rekening bank. Setelah penyampaian tagihan tersebut, pelanggan boleh membayar tagihan tersebut secara online juga. Pembayaran tersebut secara elektronik akan mengurangi saldo simpanan pelanggan tersebut.
Electronic Check Conversion. Proses konversi informasi yang tertuang dalam cek (nomor rekening, jumlah transaksi, dll) ke dalam format elektronik agar bisa dilakukan pemindahan dana elektronik atau proses lebih lanjut.
Electronic Fund Transfer (EFT). Perpindahan “uang” atau “pinjaman” dari satu rekening ke rekening lainnya melalui media elektronik.
Payroll Card. Salah satu tipe “stored-value card” yang diterbitkan oelh pemberi kerja sebagai pengganti cek yang memungkinkan pegawainya mengakses pembayaraannya pada terminal ATM atau Point of Sales. Pemberi kerja menambahkan nilai pembayaran pegawai ke kartu tersebut secara elektronik.
Preauthorized Debit (or automatic bill payment). Bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk mengotorisasi pembayaran rutin otomatis yang diambil dari rekening banknya pada tanggal-tangal tertentu dan biasanya dengan jumlah pembayaran tertentu (misalnya pembayaran listrik, tagihan telpon, dll). Dana secara elektronik ditransfer dari rekening pelanggan ke rekening kreditor (misalnya PLN atau PT Telkom).
Prepaid Card. Salah satu tipe Stored-Value Card yang menyimpan nilai moneter di dalamnya dan sebelumnya pelanggan sudah membayar nilai tersebut ke penerbit kartu.
Smart Card. Salah satu tipe stored-value card yang di dalamnya tertanam satu atau lebih chips atau microprocessors sehingga bisa menyimpan data, melakukan perhitungan, atau melakukan proses untuk tujuan khusus (misalnya validasi PIN, otorisasi pembelian, verifikasi saldo rekening, dan menyimpan data pribadi). Kartu ini bisa digunakan pada sistem terbuka (misalnya untuk pembayaran transportasi publik) atau sistem tertutup (misalnya MasterCard atau Visa networks).
Stored-Value Card. Kartu yang di dalamnya tersimpan sejumlah nilai moneter, yang diisi melalui pembayaran sebelumnya oleh pelanggan atau melalui simpanan yang diberikan oleh pemberi kerja atau perusahaan lain. Untuk single-purpose stored value card, penerbit (issuer) dan penerima (acceptor) kartu adalah perusahaan yang sama dan dana pada kartu tersebut menunjukkan pembayaran di muka untuk penggunaan barang dan jasa tertentu (misalnya kartu telpon). Limited-purpose card secara umum digunakan secara terbatas pada terminal POS yang teridentifikasi sebelumnya di lokasi-lokasi tertentu (misalnya vending machines di sekolah-sekolah). Sedangkan multi-purpose card dapat digunakan pada beberapa penyedia jasa dengan kisaran yang lebih luas, misalnya kartu dengan logo MasterCard, Visa, atau logo lainnya dalam jaringan antar bank.

MENGENAL ELECTRONIC BANKING

Bank menyediakan layanan Electronic Banking atau E-Banking untuk memenuhi kebutuhan Anda akan alternative media untuk melakukan transaksi perbankan, selain yang tersedia di kantor cabang dan ATM.
Dengan Electronic Banking, Anda tidak perlu lagi membuang waktu untuk antri di kantor-kantor bank atau ATM, karena saat ini banyak transaksi pebankan dapat dilakukan dimanapun, dan kapanpun dengan midah dan praktis melalui jaringan elektronik, seperti internet, handphone, dan telepon. Contohnya adalah transfer dana antar rekening
maupun antar bank, pembayaran tagigan, pembelian pulsa isi ulang, ataupun pengecekan mutasi dan saldo rekening.

Cara Mendapatkan E-Banking

Anda yang telag memiliki rekening Tabungan atau Giro dapat mengajukan layanan E-Banking, yang meliputi internet banking, mobile banking, phone banking dan sms banking.

I. INTERNET BANKING
Anda dapat melakukan transaksi perbankan (finansial dan non-finansial) melalui komputer yang terhubung dengan jaringan internet bank.

Jenis Transaksi :

• Transfer dana
• Informasi saldo, mutasi rekening, informasi nilai tukar
• Pembayaran tagihan (misal: kartu kredit, telepon, handphone, listrik)
• Pembelian (misal: pulsa isi ulang, tiket pesawat, saham)

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keamanan transaksi Internet Banking

• Jangan pernah memberitahukan User ID dan PIN (Personal Identification Number) Anda kepada orang lain, termasuk kepada petugas dan karyawan Bank
• Jangan meminjamkan KeyToken pengaman transaksi Anda kepada orang lain
• Jangan mencatat User ID Anda di tempat yang mudah diketahui orang lain
• Gunakan User ID dan PIN Anda secara hati-hati agar tidak terlihat dan diketahui oleh orang lain
• Pastikan Anda mengakses alamat situs bank dengan benar. Pahami dengan baik situs bank Anda

II. MOBILE BANKING
Adalah layanan perbankan yang dapat diakses langsung melalui telepon selular/handphone GSM (Global for Mobile Communication) dengan menggunakan SMS (Short Message Service).

Jenis Transaksi :

• Transfer dana
• Informasi saldo, mutasi rekening, Informasi nilai tukar
• Pembayaran (kartu kredit, PLN, telepon, handphone, listrik, asuransi)
• Pembelian (pulsa isi ulang, saham)

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keamanan transaksi Mobile Banking
• Anda wajib mengamankan PIN Mobile Banking
• Anda bebas membuat PIN sendiri. Jika merasa diketahui oleh orang lain, segera melakukan penggantian PIN.
• Bilamana SIM Card GSM Anda hilang/dicuri/dipindahtangankan kepada pihak lain, segera beritahukan bank Anda terdekat atau segera telepon ke Call Center bank tersebut.

III. PHONE BANKING
Adalah layanan yang diberikan untuk kemudahan dalam mendapatkan informasi perbankan dan untuk melakukan transaksi finansial non-cash melalui telepon.

Jenis Transaksi :
• Transfer dana
• Informasi saldo, mutasi rekening
• Pembayaran (kartu kredit, PLN, telepon, handphone, listrik, asuransi)
• Pembelian (pulsa isi ulang)

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keamanan transaksi Phone Banking
• Anda wajib mengamankan PIN Phone Banking
• Anda bebas untuk membuat PIN sendiri. Jika merasa diketahui oleh orang lain, segera lakukan penggantian PIN.
IV. SMS BANKING
Adalah layanan informasi perbankan yang dapat diakses langsung melalui telepon selular/handphone dengan menggunakan media SMS (short message service)

Jenis Transaksi :
• Transfer dana
• Informasi saldo, mutasi rekening
• Pembayaran (kartu kredit)
• Pembelian (pulsa isi ulang)

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keamanan transaksi SMS Banking
• Jangan memberitahukan kode akses/nomor pribadi SMS Banking Anda kepada orang lain
• Jangan mencatat dan menyimpan kode akses/nomor pribadi SMS Banking Anda di tempat yang mudah diketahui oleh orang lain.
• Setiap kali melakukan transaksi melalui SMS Banking, tunggulah beberapa saat hingga Anda menerima response balik atas transaksi tersebut.
• Untuk setiap transaksi, Anda akan menerima pesan notifikasi atas transaksi berupa SMS yang akan tersimpan di dalam inbox.

Keuntungan Electronic Banking

• M u d a h
1. Dapat digunakan kapan saja dan di mana saja.
2. Hanya dengan menggunakan perintah melalui komputer dan/atau alat komunikasi yang Anda gunakan, dapat langsung melakukan transaksi perbankan tanpa harus datang ke kantor bank atau ke ATM (kecuali untuk ambil uang tunai).

• A m a n
1. Electronic Baning dilengkapi dengan security user ID dan PIN untuk menjamin keamanan atas transaksi yang Anda lakukan.
2. Beberapa bank juga menggunakan KeyToken alat tambahan untuk mengamankan transaksi finansial, seperti Internet Banking. Dengan demikian, transaksi Anda semakin aman.
3. SMS Banking dilengkapi dengan sistem proteksi dengan menggunakan kode akses/nomor pribadi yang Anda pilih sendiri dan nomor ponsel yang Anda daftarkan.

Tentang sebuah piLihan

Hidup adalah sebuah pilihan. Pilihan selalu membuat 2 argumen yaitu dipilih dan tidak  dipilih.. kadang suatu pilihan membuat sedih, karena dengan memilih berarti kita meninggalkan sesuatu yang tidak dipilihnya.. dan ujungnya ada sebuah keihlasan yang harus ditemui..

d’Mas Schatz

Biarkan Masa Depan………..

* Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya

Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah anda mau mengeluarkan kandungan
sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum masak? Hari esok adalah sesuatu yang
belum nyata dan tidak dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna. Jika demikian,
mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan padanya, memikirkan
kejadian-kejadian yang menimpanya, dan meramalkan bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya? Bukan kah
kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hati esok kita itu akan
berwujud kesenangan atau kesedihan?

Yang jelas,,hari esok masih ada dalam alam ghaib dan belum turun ke bumi. Maka, tidak sepantasnya
kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai di atasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai
ke jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula
jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai di atasnya. Dan bisa jadi pula, kita
akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.

Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan masa depan dan membuka alam ghaib,
dan kemudian terhnyut dalam kecemasan-kecemasan yang beru di duga darinya, adalah sesuatu yang tidak dibenarkan.
Pasalnya, hal itu termasuk thulul amal (angan-angan yang terlalu jauh). Secara nalar, tindakan itu pun tak masuk
akal, karena sama halnya dengan berperang melawn bayang-bayang. Namun ironis, kebanyakan manusia di dunia ini justru
banyak termakan oleh ramalan-ramalan yang kabarnya akan menimpa mereka.

Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita
sakit selama setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi. Padahal,,orang yang sadar bahwa
usia hidupnya berada di ‘genggaman yang lain’ tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada.
Dan orang yang tidak tahu kapan mati, tentu salah besar bila justru menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada
berwujud.

Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah
menanti serangan petakanya. Sebab, hari ini anda sudah sangat sibuk. Jika anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-
orang yang berani menebis kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di dalamnya dengan bersedih pada hari ini.

Hindari lah angan-angan yang berlebihan………….Biarkan Masa Depan Datang Sendiri

PROGRESS PA

Tinjauan Objek Penelitian PA

PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI PENGELOLAAN KAS

PADA MMS TOUR & TRAVEL

FASE I

Pengenalan Sistem Informasi

1. Masalah

Salah satu informasi penting yang dibutuhkan perusahaan adalah tentang keadaan atau posisi keuangan yang dimiliki perusahaan. Karena segala jenis transaksi yang sedang dan akan dilaksanakan selalu berkaitan dengan akun kas yang dibagi kedalam dua aliran yaitu penerimaan dan pengeluaran kas. Informasi tersebut sangat penting karena dari informasi tersebut dapat dilihat seberapa besar jumlah penerimaan perusahaan dalam periode tertentu, apakah penerimaan tersebut sudah dapat dikategorikan efektif fan efisien atau sebaliknya. Untuk itu penulis mencoba untuk membantu MMS Tour & Travel dengan membuat aplikasi perancangan sistem penglolaan kas guna mempermudah proses pencatatan akuntansi dalam perusahaan, dengan harapan hasil pencatatan akuntansinya dengan menggunakan aplikasi ini akan lebih cepat dan hasilnya lebih akurat jika dibandingkan dengan pencatatan yang dilakukan secara manual oleh perusahaan saat ini.

2. Kesempatan

MMS Tour & Travel merupakan perusahaan jasa yang bergerak dibidang jasa Tour & Travel, yaitu penjualan ticketing dan jasa tour domestic/international. Reservasi hotel, Intercity bus, car tickets dan rental, Tour & Travelling, MMS Tour & Travel memberikan peluang kepada penulis untuk mencari informasi dan data yang dibutuhkan selama penyusunan  sekaligus guna membantu perusahaan untuk meningkatkan kinerja perusahaan nantinya.

3. Tujuan

Pembuatan aplikasi  ini  bertujuan untuk membantu penulis dalam menyelesaikan Pendidikan sebagai syarat untuk menyelesaikan program Diploma IV serta memudahkan perusahaan melakukan pengelolaan dan pengawasan terhadap asset perusahaan.

Keterlibatan Personil

1. Analisis Sistem

MMS Tour & Travel merupakan sebuah perusahaan jasa yang pengelolaan manajemen mase isa dikatakan sederhana. Terjadinya penerimaan atau pengeluaran kas dilakukan secara manual.

2. Manajemen User

Dengan manajemen yang masih sederhana, MMS Tour & Travel mempunyai karyawan beberapa orang untuk menangani tugas, fungsi dan tanggung jawab masing-masing. Untuk pengelolaan kas, pada MMS Tour & Travel ditangani oleh satu orang yang juga menangani sistem penggajian. Untuk Pengecekan dan pencarian data dilakukan secara manual.

3. Manajemen Sistem

Setiap terjadi penjualan jasa ticketing atau tour, bukti transaksi yang dibuat langsung diserahkan kepada customer untuk diotorisasi yang kemudian diotorisasi oleh pihak-pihak terkait. Demikian juga untuk transaksi penerimaan atau pengeluaran kas dan penggajian.

FASE II (Menentukan Kebutuhan Informasi)

Dalam mengumpulkan informasi yang dibutuhkan selama penyusunan Proyek Akhir pada MMS Tour & Travel, penulis melakukan beberapa langkah yaitu:

1. Interview Manajemen, Operasi dan Personal

Interview dilakukan dengan pihak terkait yang ada pada perusahaan, dalam hal ini bagian Accounting yang menangani pengelolaan kas. Interview dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung.

2. Mengumpulkan dokumen Sistem/Operasi

Selain interview kepada pihak terkait pada perusahaan, penulis juga mengumpulkan beberapa dokumen guna mendukung keakuratan informasi yang didapat sebelumnya.

3. Menggunakan Quisioner

Sejauh ini penulis melakukan dua langkah yang telah dijelaskan diatas. Untuk penggunaan quisioner sendiri penulis belum melakukannya dikarenakan pengumpulan informasi masih bisa dilakukan langsung kepada pihak terkait seraya mempelajari sistem yang ada pada perusahaan.

4. Mengamati Sistem dan Keterlibatan Personal

Saat kunjungan penulis pada perusahaan, penulis mangamati sistem manajemen yang terlihat dan keterlibatan karyawan terhadap tugas dan fungsi setiap bagian. Hasil pengamatan, penulis mengetahui bahwa untuk bagian Accounting masih membutuhkan tenaga  tambahan karyawan, yang selama ini hanya ditangani oleh satu orang dengan sistem informasi yang manual.

5. Menggunakan pertanyaan who, what, where, when, how dan why

5W dan 1H adalah pertanyaan umum penulis yang dipakai pada interview, untuk memperoleh informasi manajemen yang ada pada perusahaan.

BAB I

ANALISIS DAN SISTEM INFORMASI

RESUME BAB I PENDAHULUAN

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) BISPAR

1. KONSEP DASAR SISTEM

Prosedur adalah rangkaian operasi klerikal, yang melibatkan beberapa orang di dalam satu/lebih departemen yang digunakan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi serta untuk menyelesaikan suatu kegiatan tertentu.

Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

2. KARAKTERISTIK SISTEM

  1. Komponen-komponen (Components)

Terdiri dari beberapa subsistem atau subbagian, dimana setiap subsistem tersebut memiliki fungsi khusus dan akan mempengaruhi proses system secara keseluruhan.

  1. Masukan (Input)

Berupa masukan perawatan (Maintenance Input) dan masukan sinyal (Signal Input), contohnya seperti sistem pada komputer, masukan perawatan adalah program dan masukan sinyal adalah data..

  1. Keluaran (Output)

Hasil olahan dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna, contoh untuk system computer adalah informasi sebagai keluaran.

  1. Pengolah (Process)

Suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.

  1. Sasaran (Objectives) atau Tujuan (Goal)

Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem demi mencapai tujuan yang diinginkan.

3. KLASIFIKASI SISTEM

  1. Sistem Tertentu (Deterministic System)
  2. Sistem Probabilistik (Probabilistic System)
  3. Sistem Terbuka (Open System)
  4. Sistem Tertutup (Closed System)
  5. Relatively Closed System
  6. Artificial System
  7. Natural System
  8. Manned System

4. JENIS SISTEM

Sistem terotomasi merupakan bagian dari sistem buatan manusia dan berinteraksi atau dikontrol oleh satu/lebih computer sebagai bagian dari sistem yang digunakan dalam masyarakat modern, yang teerbagi dalam sejumlah kategori, yaitu:

  1. On-line System, sistem yang menerima secara langsung mesukan dimana mereka dimasukkan dan menghasilkan keluaran di area dimana mereka diperlukan.
  2. Real-time System, sistem yang mekanisme pengontrolan, perekaman data data dan pemrosesan yang sangat cepat dengan hasil yang dapat diterima dalam waktu yang relative sama.
  3. Decision support system + strategic planning system, sistem yang memproses transaksi organisasi secara harian, membantu para manager mengambil keputusan, mengevaluasi dan menganalisis tujuan organisasi. Sistem ini tidak hanya merekam dan menampilkan data tetapi juga fungsi-fungsi matematik, data analisis statistic dan menampilkan informasi dalam bentuk grafik, table, chart sebagaimana laporan konvensional.
  4. Knowledge-based system, program computer yang dibuat mendekati kemampuan dan pengetahuan seorang pakar.

5. PELAKU SISTEM

  1. Pemakai

Pada umumnya dibagi menjadi tiga jenis pemakai, yaitu Operasional, Pengawas, dan Eksekutif

  1. Manajemen

Terdiri dari tiga jenis manajemen, yaitu Manajemen Pemakai, Manajemen Sistem, dan Manajemen Umum.

  1. Pemeriksa

Pemeriksa biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran standar yang dikembangkan pada banyak perusahaan sejenis.

  1. Penganalisa Sistem

Fungsinya adalah sebagai arkeolog (menelusuri bagaimana sistem lama berjalan, bagaimana dijalankan, dan segala hal yang menyangkut sistem lama), innovator (membantu mengembangkan dan membuka wawasan pemakai bagi kemungkinan-kemungkinan), mediator (menjalankan komunikasi dari semua level), pimpinan proyek (personil yang lebih berpengalaman dari pemrogram dan ditunjuk sebelum pemrogram bekerja).

  1. Pendesain Sistem

Menerima hasil penganalisa sistem yang kemudian ditransformasikan ke desain arsitektur tingkat tinggi dan tidak diformulasikan oleh pemrograman.

  1. Pemrogram

Setelah diolah oleh pendesain sistem baru, pemrogram dapat mulai bekerja.

  1. Personil Pengoperasian

Bertugas dan bertanggungjawab di pusat komputer.

6. INFORMASI

Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal data-item, yang belum dapat memberikan manfaat yang besar bagi penerimanya sehingga perlu diproses untuk menghasilkan informasi.

Informasi: data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat.

Perbedaan informasi dan data sangat relative tergantung pada nilai guna bagi manajemen yang memerlukan.

7.      PENGOLAHAN DATA (DATA PROCESSING)

  1. Data Input meliputi Recording (transaksi data ke pengolahan data medium), Coding (transaksi data dalam bentuk lain), Storing (untuk pengambilan keputusan).
  2. Data Transformation meliputi Calculating, Summarizing, Classifying (terdiri dari Categorizing, Sorting, Merging, Matching).
  3. Information Output meliputi Displaying result (manampilkan informasi melalui monitor), Reproducing (penyimpanan data untuk pemakai yang membutuhkan), Telecommunicating (penyimpanan data melalui saluran komunikasi).

8.      SIKLUS INFORMASI

Setelah data diproses dan dihasilkan informasi tertentu yang bermanfaat bagi penerima (level management), tindakan tersebut akan menghasilkan kejadian yang akan digunakan kembali sebagai data yang nantinya akan diproses seterusnya.

Kualitas informasi tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus :

  1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
  2. Tetap pada waktunya, berarti informasi yang dating pada penerima tidak boleh terlambat.
  3. Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.

Selain itu informasi juga harus ekonomis, efektif, efisien dan dapat dipercaya.

Berdasarkan tingkat manajemen, informasi dapat dikelompokkan berdasakan penggunanya yaitu Informasi Strategis (digunakan untuk mengambil keputusan jangka panjang), Informasi Taktis (digunakan untuk mengambil keputusan jangka menengah), Informasi Teknis (digunakan untuk keperluan operasional sehari-hari).

Sistem Informasi adalah sebuah sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin, untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dalam suatu organisasi.

Manfaat Sistem Informasi

  1. Organisasi; Untuk mengolah transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
  2. Bank; Untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening Koran, dll.
  3. Perusahaan; Untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.

9.      ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Alasan pentingnya mengawali analisis sistem:

  1. Problem-solving: sistem lama tidak berfungsi sesuai dengan kebutuhan. Diperlukan untuk memperbaiki sistem sehingga dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan.
  2. Kebutuhan baru: adanya kebutuhan baru dalam organisasi atau lingkungan sehingga diperlukan adanya modifikasi atau tambahan sistem informasi untuk mendukung organisasi.
  3. Mengimplementasikan idea tau teknologi baru.
  4. Meningkatkan performansi sistem secara keseluruhan.

Tahapan dalam menganalisis sistem:

  1. Definisi masalahnya
  2. Pahami sistem tersebut dan buat definisinya
  3. Alternatif apa saja yang tersedia untuk mencapai tujuan dengan memperhatikan modifikasi sistem tersebut
  4. Pilih salah satu alternative yang telah dirumuskan pada tahap sebelumnya
  5. Terapkan alternative tersebut
  6. Jika memungkinkan harus mencoba mengevaluasi dampak perubahan yang telah dilakukan terhadap sistem
  1. GLOBALISASI EKONOMI
  2. a..   E-Commerce dan E-Business

Ada tiga tipe dasar aplikasi sistem informasi yang e-commerce dan e-business-enable:

1).    Pemasaran image, produk dan layanan perusahaan dalam bentuk sederhana aplikasi perdagangan elektronik.

2).    Perdagangan elektronik business to customer (B2C)

3).    Perdagangan elektronik business to business (B2B)

  1. Keamanan dan Privasi

Mekanisme keamanan dan privasi akan menjadi subjek audit internal yang menjadi hal rutin dalam sistem yang mendukung atau berinteraksi dengan sistem financial

d. Kolaborasi dan Rekanan

Adalah tren bisnis signifikan yang mempengaruhi aplikasi system informasi. Organisasi memilih untuk berkolaborasi secara langsung sebagai rekan kerja dalam usaha bisnis yang masuk akal secara bisnis.

e. Manajemen Aset Pengetahuan

Kebutuhan manajemen asset pengetahuan akan berdampak pada berbagai bidang sistem informasi. Selagi sistem informasi baru dibangun, maka akan semakin diharapkkan untuk focus pada integrasi data dan informasi yang dapat membuat dan memelihara pengetahuan dalam organisasi.

f. Continous Improvement dan total Quality Management

Continous Process improvement untuk mengimplementasikan serangakaian perubahan/perbaikan, perubahan ini mengakibatkan terjadinya efisiensi/peningkatan keutungan dan nilai.

g. Desain Ulang Proses Bisnis

Banyak proses bisnis yang terlalu birokratis dan semua langkah mereka tidak benar-benar mengkontribusikan nilai ke bisnis. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu desain ulang proses bisnis.

h. Aplikasi Enterprise

Bisnis aplikasi inti terdiri dari manajemen financial, manajemen SDM, pemasaran dan penjualan serta manajemen operasi, disatukan dalam satu aplikasi yang dikenal dengan nama aplikasi interprise.

  • ERP (Enterprise Resource Planning), aplikasi lunak yang mengintegrasikan secara penuh sistem informasi yang mencakup sebagian besar bisnis inti dan mendasar.
  • SCM (Supply Chain Management), aplikasi perangkat lunak yang mengoptimalkan proses bisnis untuk memperoleh bahan mentah melalui distribusi produk yang telah selesai.
  • CRM (Customer Relationship Management), aplikasi perangkat lunak yang menyediakan pelanggan dengan akses ke proses bisnis dari permintaan awal melalui layanan dan dukungan penjualan.

ASUMSI PERANAN PENGANALISIS SISTEM

RESUME BAB I PERSENTASI

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) BISPAR

A. INFORMASI

Informasi adalah sebuah sumber organisasi dimana harus diatur secara baik seperti sumber daya lainnya.

Terdapat Delapan kategori Sistem Informasi, yaitu:

  • Transaction processing System (TPS)
  • Office Automation System (OAS)
  • Knowledge Work System (KWS)
  • Management Information System (MIS)
  • Decision Support System (DSS)
  • Expert System (ES)
  • Group Decision Support  System (GDSS)
  • Executive Support  System

Beberapa Teknologi baru diintegrasikan dengan sistem tradisional untuk menghasilkan suatu informasi yang berguna bagi pemakai yaitu E-Commerce menggunakan Web untuk melakukan aktivitas bisnis, Enterprise Resource Planning (ERP) mengintegrasikan banyak sistem informasi yang berbeda dalam suatu perusahaan, Peralatan Wireless and handled termasuk mobile commerce (mcommerce), Open Source Software.

Keuntungan menggunakan Web antara lain yaitu meningkatkan kepedulian terhadap ketersediaan layanan, produk, orang atau group, 24 jam akses users, desain interface standard, menciptakan sistem global.

  1. Apakah Analisa dan Perancangan Sistem itu??

Adalah suatu pendekatan yang sistematis untuk:

-          Mengidentifikasi masalah, peluang, dan tujuan-tujuan

-          Menganalisis arus informasi dalam organisasi

-          Merancang isitem informasi terkomputerisasi untuk menyelesaikan masalah

Analisis sistem itu menganalisis dan mendefinisikan masalah dan kemungkinan solusinya untuk sistem informasi dan proses organisasi.

  1. Siklus hidup Pengembangan Sistem

Sebuah pendekatan sistem untuk menyelesaikan masalah bisnis, terdiri dari 7 fase:

  1. Fase 1

ü  Pengenalan meliputi Masalah, Kesempatan, Tujuan

ü  Keterlibatan personal meliputi Analis Sitem, Manajemen User, Manajemen sitem

  1. Fase 2

ü  Menentukan kebutuhan informasi meliputi Interview manajemen operasi dan personal, Mengumpulkan dokumen system/operasi, Menggunakan questioner, Mengamati system dan keterlibatan personal, Menggunakan pertanyaan who, what, where, when, how, why

ü  Keterlibatan personal meliputi Analis system, Manajemen user, Pekerja operasi, Manajemen sistem

  1. Fase 3

ü  Analisa Kebutuhan Sistem meliputi Membuat  data flow diagrams, Dokumen prosedur logic untuk proses data flow diagram, Melengkapi kamus data / data dictionary, Membuat keputusan semistruktur, Mempersiapkan dan mempresentasikan proposal system, Merekomendasikan solusi optimal kemanajemen

ü  Keterlibata personal meliputi Analis system, Manajemen user, Manajemen

  1. Fase 4

ü  Merancang system yang direkomendasikan meliputi :

Melakukan disain user interface meliputi Disain output, Disain input, Disain control system, Disain file dan atau database, Menghasilkan spesifikasi program, Menghasilkan table atau pohon keputusan

ü  Personal involved meliputi Analyst, System designer, User management, User operations workers, Systems management

  1. Fase 5

ü  Mengembangkan dan mendokumentasikan program meliputi

Disain program computer menggunakan structure charts, Nassi-Schneiderman charts, and pseudicide

Pembuatan disain program

Pembuatan program computer

Dokumentasi software dengan help files, procedure manuals, dan Web situs dengan Frequently Asked Questions

ü  Keterlibatan Personal meliputi Analis Sistem, Disainer system, Programmers, Manajemen sistem

  1. Fase 6

ü    Testing dan Implementasikan system meliputi Test and debug program computer, Test system computer, Peningkatan system

ü    Keterlibatan personal meliputi Analis Sistem, Disainer system, Programmers, Manajemen sistem

  1. Fase 7

ü   Implementasikan dan evaluasi system meliputi Konversi Rencana, Pelatihan user, Pembelian dan installasi perangkat baru, Meng-Convert files, Installasi system, Melakukan Review and evaluasi system

ü   Keterlibatan personal meliputi Analis Sistem, Disainer system, Programmers, Manajemen user, Pekerja operasi, Manajemen sistem.

Peningkatan sistem dengan alasan berikut:

  • Menambah fitur tambahan pada sistem
  • Kebutuhan bisnis dan pemerintah berubah setiap waktu
  • Teknologi, hardware, dan software berubah sangat sepat
  1. Tool CASE

Tool CASE adalah otomatis, paket software secara microcomputer untuk analisa dan didesain system. Ada empat alasan untuk penggunaan tool CASE yaitu:

  1. Untuk meningkatkan produktifitas analis system
  2. Perantara komunikasi antara analis dan user
  3. Menyiapkan kontinuitas diantara fase siklus hidup
  4. Untuk mengetahui pengaruh dari maintenance

Tool CASE dibagi menjadi beberapa katogori yaitu:

Upper CASE (front-end CASE), digunakan untuk melakukan analisa dan desain

Lower CASE (back-end CASE).

Tool ini men-geterate kode sumber bahasa program dari disain CASE

Integrated CASE, melakukan fungsi upper and lower CASE

Analisa dan perancangan system berorientasi obyek

  • Analisa dan disain berorientasi Obyek/Oriented (O-O) digunakan untuk membuat program berorientasi obyek
  • Pemograman O-O tidak hanya mencakup kode tentang data, namun juga instruksi tentang operasi yang harus ditampilkan atasnya

Tipe Analisa dan Disain O-O

  • Ada tiga analisa dan disain O-O :

Analisa berorientasi Obyek / Object-Oriented Analysis (OOA)

Disain berorientasi obyek / Object-Oriented Design (OOD)

Unifield Modeling Language (UML), suatu bahasa standar pemodelan berorientasi obyek

  1. Metodologi Alternatif

Metodologi alternative adalah tersedia untuk analisa system.

Yang  termasuk dalam metodologi alternatif yaitu :

  • Prototyping
  • ETHICS
  • Project champions
  • Soft System Methodologi
  • Multi-view

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.